Posedur Masking

Prosedur masking dapat diklasifikasikan menurut area lapisan (coat) dan tipe dari metode pengecatan yang dijelaskan sebagai berikut :
a. Masking untuk Aplikasi Surfacer
Karena aplikasi surfacer menggunakan tekanan udara yang lebih rendah dari pada yang untuk top coat (untuk memperkecil over spray),
maka proses masking untuk pekerjaan permukaan dapat disederhanakan. Metode masking terbalik (
reverse masking) biasanya digunakan untuk
mencegah timbulnya semprotan berganda (
spray step). Reserve masking adalah suatu metode dimana masking paper diaplikasikan dengan membalik luar-dalam, sehingga suatu lapisan (coat) tipis dari kabut cat akan melekat disepanjang bordir. Metode ini digunakan untuk memperkecil timbulnya tangga (step) dan membuat border tidak kentara (tidak kelihatan). Dalam bekerja disuatu area kecil, misalnya spot repainting, border dapat dibuat (ditetapkan) disuatu bodi panel tertentu 

Gambar 19.1 Spot Repainting 

Gambar 19.2 Spot Repainting Reverse masking

b. Masking untuk Block Repainting
 

Gambar 19.3 Masking pintu 

Untuk masking block repainting, panel seperti misalnya fender atau door (pintu) harus dimasking sendiri-sendiri. Untuk lubang-lubang yang ada pada panel tersebut (misalnya lubang untuk trim pieces, atau gap diantara panel) harus ditutup untuk mencegah kabut cat masuk kedalam area tersebut. Apabila terlalu sulit untuk menutup lubang, maka lubang tersebut dapat ditutup dari dalam, sehingga dapat mencegah melekatnya
kabut cat pada bagian dalam bodi kendaraan.
 

Gambar 19.4 Masking Blok Repainting
c. Masking untuk Shading atau Spot Repainting Dalam pengecatan ulang suatu panel tanpa border, maka perlu digunakan shading pada panel tersebut. Untuk memastikan bahwa semprotan cat tidak menimbulkan tangga semprotan, maka area harus dimasking dengan menggunakan teknik reverse masking (masking terbalik). 

Gambar 19.5 Masking quarter panel
1) Masking ujung
Untuk pengecatan ulang ujung suatu fender, maka area harus di cat dengan
spot repainting hanya melibatkan paint area yang lebih kecil daripada blok repainting, maka masking hanya dilakukan dibagian ujung fender saja. 

Gambar 19.6 Masking Ujung Kendaraan
Memilih Border dan Metode Masking
Area yang memisahkan bidang yang dicat dengan bidang yang tidak dilakukan pengecatan disebut border (batas). Dalam melakukan masking perlu sekali diperhatikan batasan-batasan yang akan dimasking. Batas masking tersebut dapat didasarkan dari besarnya area perbaikan dan kondisi cat yang lama. Hal ini untuk menghindari terjadinya border yang nampak jelas. Border yang baik tidak akan terlihat sama sekali oleh penglihatan kita. Sebaliknya border yang salah akan nampak jelas batas antara cat yang baru dan cat yang lama. Berikut ini klasifikasi border :
a. Border Pada Gap diantara panel-panel
Untuk
blok repaint suatu panel luar yang terpasang dengan baut, maka perbatasan panel harus di masking dengan menggunakan border pada gap diatara panel-panel tersebut. 

Gambar 19.7 Border pada gap diantara panel-panel 
b. Border pada body sealer (Sambungan Panel)
Quarter panel atau tipe panel las lainnya, ada kemungkinan tidak memiliki gap yang memisahkanya dari perbatasan panel. Inilah salah satunya, yaitu area yang menghubungkan lower back panel dan rocker panel, biasanya menggunakan body sealer, sehingga bagian body sealer ini dapat digunakan sebagai border. Masking tape dapat dilipat ke dalam lebarnya body sealer, untuk membuat step pada border menjadi kurang kentara.
 

Gambar 19.8. Border pada body sealer 

Gambar 19.9 Masking tape pada lebar body sealer 
c. Border pada Puncak dari suatu Garis Karakter
Metode ini digunakan hanya untuk repainting suatu bagian dari panel tanpa memperlebar area yang tidak perlu dicat. Hal ini biasanya diperoleh dengan
reverse masking, yang membuat step pada order menjadi tidak kentara. Lakukan reverse masking dengan cermat disepanjang garis karakter. 

Gambar 19.10 Border pada garis karakter 
d. Border pada Bagian Yang Rata
Apabila mengerjakan area yang kecil, misalnya dalam spot repainting, border dapat dibuat didalam panel itu sendiri, dengan
reverse masking. 

Gambar 19.11 Border pada bagian yang rata 
Contoh Masking
Proses kerja dan metode masking tergantung pada area yang akan dicat ulang dan tipe pengecatannya. Oleh karena itu tidak menutup kemungkinan ada banyak metode masking menurut area dan tipe pengecatan tersebut.
1) Masking untuk repainting pintu belakang
Bagian yang harus dilepas antara lain : Molding belt pintu belakang, Molding luar pintu belakang dan handel luar pintu belakang.
 

Gambar 19.12 Bagian Kendaraan yg perlu masking khusus/dilepas 
Buka pintu belakang dan pasangkan masking tape, sebagai border bagi rangka pintu (door sash). 

Gambar 19.13 Border Masking pada rangka pintu belakang 
Ada dua cara masking untuk repainting pintu belakang :
Masking dari luar pintu
1) Mulailah masking dari tepi lubang 
2) Kemudian, tutuplah pertengahan lubang. Pada saat menutup bagian tengah, jangan menekan masking terlampau kuat, apabila terlalu kuat menekan maka masking tape dapat terkupas

 Gambar 19.14 Masking pada handel luar pintu belakang
Masking dari dalam pintu.
1) Susunlah bersama beberapa masking tape yang pendek yang cukup besar untuk menutup lubang pemasang handle pintu luar.
2) Dari dalam, tempelkan masking tape untuk menutup lubang yang digunakan untuk memasang handle pintu luar. 

Gambar 19.15 Masking handel pintu belakang dari dalam
Tempelkan masking tape sedemikian rupa, sehingga tape melewati bagian lipatan dari pintu. Seperti pada gambar A, tempelkan kira-kira panjang ekstra tape 150 mm (5,9 inc) pada bagian bawah depan pintu belakang. Untuk bagian atas belakang, tempelkan tape pada seluruh rangka seperti yang terlihat pada gambar B. sedapat mungkin, hindari timbulnya kerutan masking tape. 

Gambar 19.15 Masking bagian lipatan dalam pintu belakang
1) Tempelkan masking tape pada sisi pintu atas, dan biarkan panjangnya berlebihan.
2) Menggunakan masking tape yang lain, tambahkan masking tape untuk memperlebar bagian tape. 
3) Menggunakan masking tape lain, tekan tape yang diangkat dari rangka pintu (door sash).

Gambar 19.16 Masking area belt molding
Tutuplah pintu belakang, dan gunakan masking tape lain untuk menekan bagian perpanjangan tape yang ditempelkan seperti step terakhir diatas. Pastikan tidak adanya tape yang macet pada tepi pintu. 

Gambar 19.17 Masking bagian luar pintu belakang
Bukalah pintu depan, dan tempelkan masking tape pada border yang ditetapkan, disepanjang lembah dari flange depan (gambar A) dari pintu belakang. Demikian pula, untuk bagian bawah flange, panjangkan masking paper sehingga mencapai tape yang telah ditempelkan dari bagian dalam tersebut diatas, dalam step “3”, gambar A. Untuk sisi atas, bungkuskan masking paper disekelilingnya, sehingga menutup rangka pintu (door sash). Masking paper harus mempunyai lebar yang cukup untuk menutup center pillar. 

Gambar 19.18 asking area flange bagian depan pintu belakang
Menggunakan masking tape, tempelkan masking paper sedemikian rupa sehingga melewati tepi belakang pintu depan. Panjangkan ujung atas masking paper secukupnya saja pada rangka pintu, dan ujung bawah pada perpanjangan kira-kira 300 mm (11,81 inc) dari ujung belakang pintu
depan. Untuk bagian rangka, bungkuslah masking paper kearah luar, seperti pada gambar A. Akhirnya, tutuplah pintu. Masking paper harus
cukup lebar untuk menutup weatherstrip depan. Pada saat menutup pintu depan, lakukanlah secara perlahan-lahan agar masking tape tidak terkupas.
 

Gambar 19.19 Masking bagian dalam pintu depan
Menggunakan vinyl sheet, tutuplah setengah bagian depan kendaraan, atap (roof) dan bagasi. Vinyl sheet harus dijauhkan kira-kira 200 mm (7,87 Inc) dari pintu belakang. Demikian pula, pastikanlah agar vinyl sheet tidak mencapai lantai. Tutuplah sisi kendaraan yang berlawanan dari yang akan dicat (dalam gambar adalah bagian kanan kendaraan) sampai kira-kira setengah tinggi kendaraan. Pastikanlah bahwa vinyl sheet tidak kusut. 

Gambar 19.20 Pemasangan vinyl sheet
Tempelkan masking paper pada sisi belakang pintu depan. Masking paper harus sepanjang rocker panel sampai roof (atap). Pastikan bahwa masking paper tidak kusut.
Bungkuslah bagian tepi belakang pintu depan. Pada saat melakukannya,gunakan jari anda untuk menempelkan masking tape disekitar tepian.
 

Gambar 19.21 Masking tepi belakang pintu depan 

Gambar 19.22 Masking kaca pintu belakang.
Tempelkan masking paper pada quarter panel. Bentangkan ujung atas masking paper hingga kaca belakang, dan ujung bawah hampir mencapai
lantai.
 

Gambar 19.23 Masking quarter panel kendaraan
Bungkuslah bagian depan quarter wheel housing. Tempelkan masking paper pada masking tape yang diaplikasikan dalam step “3”. 

Gambar 19.24 Masking rumah roda (wheel housing) dan roda
Masking rocker panel tersebut diatas adalah langkah masking terakhir. Setelah itu dapat dilakukan pengecatan kecil (spot repainting) pada pintu belakang. Langkah masking sebagaimana tersebut diatas urutannya tidak selalu harus demikian. Bisa dilakukan menurut kreatifitas siswa.

You have completed 0% of the lesson
0%